Hi guys...hehe..biar kayak netizen yang lagi suka bilang gaess jangan salah tulis aja jadi gays..haha.. So, kali ini saya mau review pengalaman saya terbang bersama Air Asia minggu kemaren setelah winter break. Karena saya beli tiket tidak dari jauh-jauh hari, harga tiket balik ke Australia, khususnya Brisbane, melambung tinggi. Check beberapa kali yang paling pas dsari segi waktu, jam terbang dan kantong, saat itu ada lah Air Asia. Walaupun itu tidak tujuan ke Brisbane Airport, saya pikir tidak masalah, saya bisa ke Gold Coast Airport yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan naik kereta dan Bus ke St. Lucia. Tiketnya totally 5 juta rupiah dengan 20kg bagasi (untuk bagasi aja sekitar 650rb) dan 2 kali makan (saya pilih nasi lemak untuk rute Jakarta-Kuala Lumpur dan nasi padang untuk rute Kuala Lumpur-Gold Coast). Itu tiket termurah dengan jangka waktu transit yang paling sebentar saat itu.
Saya naik pesawat sekitar jam setengah tujuh malam dari Bandara Soetta menuju Kuala Lumpur. Perjalanan dari Jakarta agak sedikit ada goncangan di udara dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat, namun alhamdulillah akhirnya sampai dengan selamat. Transit selama hanya 2 jam saya langsung menuju terminal untuk penerbangan berikutnya. Di KL ternyata di ruang tunggu setelah masuk gate tidak ada toilet dan tempat pengisian tap water (air minum gratis). Karena saya tidak tahu sebelumnya dan takut terlambat, saya langsung aja buru-buru masuk gate (dengan pemeriksaan passport lagi dari petugas bandara, mereka lihat passportnya dengan teliti pake senter sinar UV). Eh, ternyata di dalam ruang tunggunya ga ada toilet dan tempat pengsian air minum. Ya sudah lah ya.. saya nanti beli aja air di pesawat. Biasanya kalau saya transit di Singapore, para penumpang di ruang tunggu sibuk mengisi air minum untuk diminum sepanjang perjalanan di pesawat.
Setelah boarding, dan saya pun naik pesawat Air Bus dengan nomor flight D7 XXX. Saya lega, karena psawatnya Air Bus. Pernah saya naik Batik Air yang bekerja sama dengan Malindo, pesawat dari Brisbane ke Bali bukan air bus, tapi pesawat seperti ukuran pesawat domestik biasa. Saya agak takut karena takut goncangan di pesawat. Tapi ternyata aman-aman aja tuh, cuman saya aja terlalu ketakutan. Nah, lanjut ya.. Di dalam pesawat air bus Air Asia tersebut saya merasa penerbangannya mulus banget, tidak ada goncangan, alhamdulillah. Saya menikmati nasi padang yang sudah saya pre order sebelumnya. Lumayan enak dan terasa pedasnya. Saya juga pesan Es Bandung (ini bukan es dari Bandung, tapi Es khas Malaysia yang mereka sebut Es Bandung) hanya seharga 8RM (sekitar 24rb rupiah lah ya) yang kemasan dan ukurannya kece banget. Ternyata ada brand Chatimenya di kemasannya yang seperti botol minum multi use. Saya surprise karena ukurannya lumayan besar ada pearl nya juga. Saya juga melihat menu yang di pesawat juga boleh saya bilang murah banget untuk ukuran di pesawat ya. Seperti Mie Goreng Mamak hanya 12RM. Ada lagi, karena murah, saya juga beli (untuk pertama kalinya) accessories hp di pesawat, hanya 5RM (15rb).
So, mungkin lain waktu saya pesan Air Asia lagi (kalau tiketnya murah). Oh, iya saya juga sering naik Scoot yang transit di Singapore, makanannya juga enak-enak dan pesawatnya Air Bus. Naiknya juga dari Gold Coast. Sekian dulu cerita dari saya, nanti disambung di judul yang berbeda.. bye..sukses untuk kita semua..











